Peran Mekanisasi Pertanian di Indonesia

Sesuai dengan defenisi dari mekanisasi pertanian (agriculture mechanization), maka penggunaan alat mekanisasi pertanian adalah untuk meningkatkan daya kerja manusia dalam proses produksi pertanian dan dalam setiap tahapan dari proses produksi tersebut selalu memerlukan alat mesin pertanian (Sukirno, 1999). mekanisasi_pertanian

Setiap perubahan usaha tani melalui mekanisasi didasari tujuan tertentu yang membuat perubahan tersebut bisa dimengerti, logis, dan dapat diterima. Diharapkan perubahan suatu sistem akan menghasilkan sesuatu yang menguntungkan dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Secara umum, tujuan mekanisasi pertanian adalah : Continue reading

Cara Membuat Pupuk Organik Cair

Terdapat dua macam tipe pupuk organik cair yang dibuat melalui proses pengomposan. Pertama adalah pupuk organik cair yang dibuat dengan cara melarutkan pupuk organik yang telah jadi atau setengah jadi ke dalam air. Jenis pupuk yang dilarutkan bisa berupa pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk kompos atau campuran semuanya. Pupuk organik cair semacam ini karakteristiknya tidak jauh beda dengan pupuk organik padat, hanya saja wujudnya berupa cairan. Dalam bahasa lebih mudah, kira-kira seperti teh yang dicelupkan ke dalam air lalu airnya dijadikan pupuk. Continue reading

Khasiat Kolang Kaling

Siapa yang tidak kenal kolang-kaling? Buah ini kerap menjadi bahan campuran es campur. Di balik bentuknya yang lonjong, berwarna putih bening dengan tekstur padat, lunak dan kenyal, ternyata kolang-kaling menyimpan khasiat kesehatan yang sangat besar.kolang

Kolang-kaling adalah buah dari pohon aren. Penjualannya dijumpai di pasar tradisional dan modern. Masyarakat Sunda menyebut kolang-kaling dengan nama cangkaleng. Rasa dan baunya unik. Tekstur kenyal inilah yang paling disukai. Kolang-kaling kerap ditemui sebagai pelengkap es. Saat puasa, buah ini menjadi sajian buka utama. Continue reading

Kiat Sukses Penerapan Teknologi Padi

UPBS Mengefisienkan Distribusi Padi Rawa

padiSaat ini Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah menghasilkan 7 varietas INPARA.  Varietas INPARA merupakan kepanjangan dari Inbrida Padi Rawa, varietas ini mampu beradaptasi di lahan rawa. Untuk mengefisiensikan penyebarannya ke seluruh Indonesia Balitbangtan telah membentuk Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS). Continue reading

Produksi Jagung

Ada fakta yang lucu dan aneh ketika mencermati data tentang produksi jagung nasional. Kementerian Pertanian yang selalu menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS) mengklaim bahwa produksi jagung nasional tahun 2015 sebanyak 20 juta ton. JagungNamun angka tersebut dipertanyakan oleh kalangan asosiasi peternak, industri pakan ternak dan mereka yang bergerak di bisnis jagung. Mereka menilai angka tersebut tidak tepat bahkan mungkin terlalu berlebihan. Fakta menunjukkan, jagung yang tersedia di pasar dan gudang tidak sebanyak itu. Continue reading

Metode Pembelajaran Student Centered Learning (SCL)

 

  • Pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang terprogram dalam desain FEE (facilitating, empowering, enabling), untuk membuat mahasiswa belajar secara aktif, yang menekankan pada sumber belajar.
  • Pembelajaran merupakan proses pengembangan kreativitas berfikir yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir mahasiswa, serta dapat meningkatkan dan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan dan pengembangan yang baik terhadap materi perkuliahan.
  • Student Centered Learning (SCL) adalah pembelajaran yang berpusat pada aktivitas belajar mahasiswa, bukan hanya pada aktivitas dosen mengajar.
  • Situasi pembelajaran dalam SCL di antaranya bercirikan :

Continue reading

PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria)

PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) merupakan campuran yang mengandung bakteri Pseudomonas 20150109231941-gamb%20pgprfluorescens dan Bacillus ploymixa yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman yang mengkolonisasi perakaran dengan cara kerja berikut ini.

  1. Menekan perkembangan penyakit (bioprotektan) yang menular melalui tanah seperti layu fusarium, layu bakteri, phytophthora, rizoctonia, dan sclerotium. Selain itu, juga dapat mencegah penyakit yang menyerang daun dan buah seperti pustule bakteri, hawar daun, antraknose, bercak daun, dan karat daun.
  2. Memproduksi fitohormon (biostimulant) seperti IAA (Indole Acetic Acid), sitokinin, giberelin, dan penghambat produksi etilen.
  3. Meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman (biofertilizer) dengan cara meningkatkan penyerapan/pengambilan unsur N, Fe, S, dan Mn.
  4. Meningkatkan jumlah perakaran halus, luas permukaan akar bertambah, kemampuan penyerapan nutrisi dan air meningkat. Kebugaran tanaman bertambah sehingga lebih tahan terhadap gangguan hama dan patogen atau mampu mengkompensasi kerusakan.

Continue reading

Pemuliaan Tanaman

Pekembangan pesat pemuliaan tanaman setelah tahun 1900, serta berkembangnya revolusi hijau sekitar tahun 1960, dengan diketemukannya varietas unggul baru terutama pada jenis seralia dan hortikultura. Pada mulanya kegiatan pemuliaan tanaman merupakan perpaduan seni dan ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana memperbaiki genotipe tanaman dalampopulasi sehingga lebih bermanfaat bagi manusia. Pemuliaan tanaman pada Continue reading