PS Agroteknologi STIPER Amuntai Raih 2 PKM Riset Eksakta Tahun 2023

Perolehan Hibah Program Kreativitas Mahasiswa PS Agroteknologi STIPER Amuntai Tahun 2023 ini hanya 2 tim/judul yang lolos. Adapun tim/judul yang lolos yaitu :

  1. Jamilatul Amalia dengan anggota tim Jannatul Huda dan Sri Reskha Jum’atul Baiti dengan judul proposal ” Pengaruh Pemberian M21 Decomposer dan Mikoriza pada Budidaya Kedelai” dengan pendamping Bapak Mahdiannoor, SP., MP.
  2. Muna Aida dengan anggota tim Sahid Norahman dan Hairini Yulianti dengan judul proposal ” Pemanfaatan Gulma Air Sebagai Pupuk Organik Untuk Peningkatan Produksi Bawang Merah ” dengan pendamping Ibu Nurul Istiqomah, SP., MP.

Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada gambar di bawah ini :

Surat Pengumuman Pendanaan PKM 8 Bidang 2023 – Diktiristek

#agroteknologistiperamuntaiunggul

Seminar Hasil Pengabdian Masyarakat Program Mono Tahun Pelaksanaan Tahun 2017

Pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh dosen perguruan tinggi merupakan salah satu wujud dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sehingga kegiatan tersebut tidak terlepas dari kegiatan ilmiah yang dikembangkan oleh Perguruan Tinggi yang bersangkutan. Oleh karena itu pelaksanaan kegiatan tersebut dipertanggungjawabkan keilmiahannya pada khalayak.

Seminaris Kelompok 8 dengan Pembahas Dr. Eduardus Bimo Aksono H. dari Unair Surabaya

Para Seminaris Kelompok 8 dengan Pembahas Dr. Eduardus Bimo Aksono H. dari Unair Surabaya

Continue reading

Perkenalkan Teknologi Budidaya Jagung Manis Dengan Pupuk Hayati Di Lahan Rawa Lebak

Penyuluhan Tahap 1 Di Desa Mawar Sari

Sebagai bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diaplikasikan ke masyarakat luas Tim Iptek Bagi Masyarakat Sekolah Tinggi Imu Pertanian (STIPER) Amuntai melakukan penyuluhan dan sosialisasi pada 2 kelompok tani di Kecamatan Amuntai Tengah yaitu Kelompok Tani Ingin Maju Desa Pasar Senin dan Kelompok Tani Mawar Desa Mawar Sari. Kegiatan penyuluhan dan pendampingan ini merupakan hibah dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi RI Continue reading

Perspektif Pengembangan Sayuran Di Lahan Rawa

1. Kajian Aspek Lahan dan Lingkungan
Lahan rawa dicirikan oleh genangan karena pengaruh gerakan pasang surut pada rawa pasang surut dan genangan akibat pengaruh curah hujan dan banjir kiriman dari daerah terestarial  khususnya pada rawa lebak.  Oleh karena itu maka pemanfaatan lahan rawa untuk pengembangan sayuran memerlukan penataan lahan dan pengelolaan air. Penataan lahan dengan model surjan memberikan peluang bagi pengembangan sayuran di lahan terapungrawa.  Bentuk dan ukuran surjan disesuaikan dengan sifat-sifat tanah fisik lingkungan seperti tipe luapan, tipologi lahan dan tinggi genangan pada lahan rawa lebak serta kemampuan petani. Pembuatan surjan dapat secara bertahap, khususnya apabila dimanfaatkan juga untuk tanaman keras atau perkebunanan sehingga semakin besar tanaman semakin diperlebar surjannya. Continue reading

Kearifan Lokal Pertanian Lahan Rawa

Pendahuluan

Naiknya ikan-ikan jumlah besar di sekitar pantai Maluku Utara sebuah fenomena alam yang ternyata merupakan pertanda akan terjadinya gempa.  Fenomena ini telah diyakini oleh masyarakat Maluku Utara sehingga telah menyelamatkan mereka dari bencana letusan Gunung Kiebesi pada tahun 1988. Demikian juga, tsunami yang memporakporandakan Aceh dan Sumatera Utara pada bulan Desember 2005, dan juga tsunami yang melandaimage Daerah Istimewa dan Jawa Tengah pada bulan Juni 2006  lalu sebetulnya dapat dibaca, karena menurut pakar margasatwa Ratnayake, hewan-hewan mampu mendeteksi secara dini adanya bencana alam. Konon sebelum tsunami terjadi di atas angkasa wilayah Aceh Darussalam terlihat segerombolan kalong  yang sedang melakukan migrasi. Hal ini juga ditunjukkan oleh bukti, ternyata pada pasca tsunami tidak banyak ditemukan bangkai-bangkai hewan liar (Fauzi, 2006). Pengetahuan membuktikan bahwa hewan tertentu memiliki keunikan berupa kemampuan dan Continue reading

Pestisida Nabati Dari Bawang putih (Allium sativum L.)

Cara kerja pestisida nabati sangat spesifik, yaitu:  (1) merusak perkembangan telur, larva dan pupa. (2) menghambat pergantian kulit. (3) mengganggu komunikasi serangga. (4) menyebabkan serangga menolak makan. (5) menghambat reproduksi serangga betina. (6) mengurangi nafsu makan. (7) memblokir kemampuan makan serangga. (8) mengusir serangga. (9) menghambat perkembangan patogen penyakit.bawang_putih

Pestisida nabati mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan. Keunggulan  pestisida nabati adalah: (1) murah dan mudah dibuat sendiri oleh petani. (2) relatif aman terhadap lingkungan. (3) tidak menyebabkan keracunan pada tanaman. (4) sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama. (5) kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain. (6) menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia. Continue reading