-
Recents Post
- Karakteristik Umum Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 15/03/2026
- ADAKSI Audiensi dengan Menkeu Purbaya: Tegaskan Utang Tukin Dosen, Kacau-Balau Keuangan PTN, dan Stagnansi Tunjangan Fungsional 18 Tahun 21/11/2025
- Lokakarya Kurikulum STIPER Amuntai Tahun 2025 04/06/2025
- 1 Tim P2MW STIPER Amuntai Ikuti Expo KMI XV Di UHO Kendari 26/10/2024
- STIPER Amuntai Peroleh 3 Hibah P2MW 2024 27/04/2024
Recent Comments
Translate
Visitors & Stats
Locations
Meta
Category: Agronews
Lahan rawa merupakan lahan marjinal yang memiliki potensi cukup besar untuk pengembangan padi. Di Indonesia dipekirakan terdapat 33,4 juta ha lahan rawa, 9,5 juta ha diantaranya berpotensi untuk dijadikan lahan pertanian. Lahan yang sudah direklamasi sekitar 5,4 juta ha terdiri dari 4,1 juta ha lahan pasang surut dan 1,3 juta ha lahan lebak. Pengembangan padi ke lahan rawa merupakan salah satu alternatif untuk menunjang program peningkatan produksi beras nasional (P2BN) dan mengantisipasi penciutan lahan Continue reading
Siklus Hidrologi
Siklus air atau siklus hidrologi, merupakan serangkaian gerakan air di atas, pada, dan di bawah permukaan bumi. Siklus air terdiri dari empat tahap yang berbeda: penyimpanan, penguapan, presipitasi, dan limpasan. Air dapat disimpan sementara di dalam tanah; di lautan, danau, dan sungai; dan lapisan es dan gletser. Menguap dari permukaan bumi, mengembun di awan, jatuh kembali ke bumi sebagai hujan (hujan atau salju), dan akhirnya sampai ke laut atau diuapkan kembali ke atmosfer. Hampir semua air di bumi telah melewati siklus air berkali-kali. Air yang hilang maupun yang terbentuk sangat sedikit sekali selama miliaran tahun terakhir.Continue reading
Cari Data Iklim & Cuaca
Dalam mengerjakan beberapa hal yang berkaitan data iklim maupun cuaca kadang kala kita menemui kesulitan untuk mencari data tersebut, apalagi bila letak daerah kita jauh dari ibu kota propinsi yang biasanya terdapat sebuah Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lengkaplah semua kesusahan tersebut. Walaupun sekarang juga ada beberapa AWS Litbang Pertanian serta BPP setiap kecamatan untuk mengukur serta menghitung data iklim dan cuaca, namun tetap menjadikan kita tidak bisa langsung mengakses data iklim dan cuaca tersebut. Permintaan data pada BMKG, disamping memerlukan waktu & biaya juga perlu beberapa persyaratan administrasi tertentu. BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru sejak beberapa waktu belakangan telah melayani permintaan data tanpa biaya. Namun dengan berkembang era IT yang cepat ternyata kita dapat memanfaatkan lembaga dari luar negeri untuk mendapatkan data klimatologi dari negara kita. Perlu diketahui bahwa pada beberapa negara maju di Amerika, Eropa, Asia & Australia untuk mendapatkan data klimatologi dapat dilakukan kapan dan dimana saja. Salah satu lembaga yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan data klimatologi adalah NNDC Climate Data Online dari NOOA (National Oceanic and Athmosphere Administration/BMKGnya USA). Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
- Buka situs ini http://www7.ncdc.noaa.gov./CDO/dataproduct, lalu klik ” surface data, global summary of the day*”

- Lanjutkan dengan mengklik ” acces data product ” maka akan didapatkan halaman syarat persetujuan penggunaan.

- Kita akan dibawa menuju halaman Global Summary of the Day (GSOD) lanjutkan dengan mengklik “ country isikan dengan Indonesia lanjutkan dengan continue “.

- Akan tampil pada halaman berikut, lanjutkan dengan mengklik continue

- Lanjutkan dengan memilih stasiun yang ada di Indonesia, misal pilih Syamsudin Noor dan klik continue.

- Didapatkan pada halaman berikutnya untuk memilih data dari dan sampai tahun yang kita inginkan dilanjutkan dengan mengklik continue

- Maka akan didapatkan hasil seperti pada gambar berikut dan tinggal disimpan dalam bentuk yang diinginkan, selesailah sampai tahap ini
Dengan mengunduh tekt pada lingkaran merah maka akan didapat data cuaca yang diinginkan dan dibuka serta disimpan sesuai keinginan kita, perhatikan pula pada bagian bawah pada data format documentation untuk mengetahui satuan dan pengertian dari unsur-unsur cuaca itu. Selamat mencoba.
Pembangunan Pertanian Di Era Orde Baru
KEUNGGULAN program ketahanan pangan pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto diakui oleh Menteri Pertanian Anton Apriyantono (2004-2009) dengan banyak mengadopsi program-program semasa Orde Baru. Anton mengaku, merasa berutang budi kepada Pak Harto karena tugas-tugasnya sebagai Menteri Pertanian saat itu hanya menyatukan kembali puing-puing yang berserakan yang telah dibangun Pak Harto. “Beliau Continue reading
Plant Growth Promoting Rhizobacteria (RGPR)
PGPR adalah sejenis bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman. Bakteri tersebut hidupnya secara berkoloni menyelimuti akar tanaman. Bagi tanaman keberadaan
mikroorganisme ini akan sangat baik. Bakteri ini memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhannya. Rhizobakteria pemacu tumbuh tanaman (RPTT) adalah kelompok bakteri yang menguntungkan yang agresif menduduki (mengkolonisasi) rizosfir (bagian perakaran). Aktivitas RPTT menguntungkan bagi tanaman baik langsung maupun secara tidak langsung. Pengaruh langsung RPTT didasarkan atas Continue reading
Cara Sederhana Membuat Pupuk Hayati Organik (Organic Biofertilizer)
Pupuk Hayati (Biofertilizer) berbeda dengan Pupuk Organik.
Pupuk hayati adalah larutan konsentrat campuran sel-sel beberapa jenis mikrorganisme tertentu yang aktif (hidup), diantaranya mikroorganisme pengikat nitrogen, pelarut pospat dan pengurai senyawa organik, yang dapat menyuplai nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Mikroorganisme tersebut diperoleh dari perakaran tanaman atau dari tanah disekitar zona perakaran (Rhizosphere). Sedangkan pupuk organik adalah pupuk yang terdiri dari unsur-unsur kimia organik yang bisa langsung diserap oleh tanaman. Continue reading
Pupuk Hayati
Pupuk hayati (biofertilizer) seringkali dianggap sebagai pupuk organik. Kekeliruan ini sepertinya sepele, namun bisa berakibat fatal jika terdapat kesalahan dalam menggunakannya. Permentan No.2 tahun 2006, menggolongkan pupuk hayati kedalam pembenah tanah, bukan pupuk organik. Pembenah tanah itu sendiri bisa organik ataupun non organik. Continue reading
Kuliah Umun STIENAS Banjarmasin
Crops & Soils Magazine
Nutrient Management Plans: How Closely Do Farmers Follow Them?
Nutrient management plans (NMPs) aren’t exactly high on a farmer’s fun list when it comes to conservation practices on the farm. It might not come as a surprise then that NMPs are not always followed to the letter. What are some of the challenges for farmers in implementing NMPs and how can CCAs help?
Budidaya Sayuran Di Pekarangan
Pekarangan adalah areal tanah yang biasanya berdekatan dengan sebuah bangunan. Jika bangunan tersebut rumah maka disebut pekarangan rumah.
Pekarangan dapat berada di depan, belakang atau samping sebuah bangunan, tergantung seberapa luas sisa tanah yang tersedia setelah dipakai untuk bangunan utamanya. Budidaya sayuran di pekarangan bukan merupakan hal baru. Praktek pemanfaatan demikian sudah lama dilakukan terutama di pedesaan. Continue reading
