Karakteristik Umum Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tidak hanya ditujukan untuk mengasah sisi kreatif mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan mengikuti program ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengeluarkan ide kreatifnya, tetapi juga mampu mewujudkan ide-idenya dalam bentuk karya yang bermanfaat dan memecahkan berbagai permasalahan yang ada di masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global.

Dalam mengasah dan mewujudkan kreativitasnya mahasiswa dapat memilih bidang PKM yang diminatinya seperti penelitian, teknologi, pengabdian pada masyarakat, kewirausahaan, karsa cipta dan karya inovatif. Selain itu, PKM memfasilitasi mahasiswa untuk mengekspresikan karya dan pemikirannya melalui karya tulis. PKM Tematik digagas dan diterapkan pada tahun 2025 untuk menghasilkan karya inovatif dan kreatif mahasiswa yang bermanfaat bagi masyarakat. Tema-tema yang diangkat dirumuskan dari program-program prioritas pemerintah dan berdasarkan masalah-masalah yang tengah dihadapi masyarakat saat ini atau masalah-masalah yang diperkirakan akan dihadapi masyarakat di masa mendatang untuk menuju Indonesia emas.

Ide-ide kreatif mahasiswa diharapkan selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan permasalahan yang tengah diupayakan penyelesaiannya oleh pemerintah. Keselarasan ini memastikan karya-karya kreatif mahasiswa berdampak langsung dan positif dalam membantu pemerintah menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat dan bangsa.

Berlandaskan pada gagasan perancangan ide dan perwujudan pemikiran kreatifnya, mahasiswa wajib merancang topik-topik PKM sesuai dengan salah satu tema yang diberikan. Proses penyelarasan ini meliputi pemahaman terhadap tema, identifikasi masalah masyarakat yang terkait dengan tema, dan pengembangan solusi kreatif yang menjawab masalah tersebut. Dengan demikian, karya-karya PKM dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa. PKM Tematik 2026 memiliki 10 (sepuluh) tema yang menjadi acuan mahasiswa dalam menyusun PKM. Tema ini secara umum dirancang untuk menampung ide-ide kreatif mahasiswa agar menghasilkan karya-karya yang bermanfaat dan berdampak langsung bagi
masyarakat. Sepuluh tema PKM 2026 adalah:

1. Kemandirian Pangan, Energi, Dan Air

Kemandirian pangan menjadi kunci dalam membangun ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Topik PKM diharapkan memicu ide kreatif mahasiswa untuk mendukung Indonesia menjadi negara yang mandiri dalam produksi pangan. Melalui kemandirian energi, Indonesia berpotensi menjadi penyedia energi hijau dunia melalui pengembangan biodiesel dan bioavtur berbasis kelapa sawit, bioetanol dari tebu dan singkong, mikroalga, limbah biomassa, serta energi terbarukan dari angin, matahari, dan panas bumi. Air sebagai penopang ketahanan pangan, kesehatan, dan energi harus dimanfaatkan dan bertanggung jawab untuk menjaga kualitas dan ketersediaannya. Mahasiswa ditantang menghadirkan inovasi yang mendukung keberlanjutan dan pemanfaatan air secara bijaksana.

2. Kesehatan dan Gizi Masyarakat

Kesehatan dan gizi merupakan faktor kunci yang secara langsung mempengaruhi kualitas sumber daya manusia saat ini dan di masa mendatang. Oleh karena itu, berbagai ide kreatif, teknologi tepat guna, dan pengembangan sistem diperlukan untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat. Keterkaitan antara gizi dan kesehatan merupakan kunci utama dalam membangun sumber daya manusia yang andal, karena kualitas kesehatan dan gizi pada masa awal kehidupan akan menentukan kualitas hidup dan kesehatan pada tahap selanjutnya saat mereka dewasa.

3. Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi

Korupsi merupakan sumber kebocoran anggaran dan berbagai aspek pembiayaan dalam pembangunan nasional yang dapat merusak perekonomian masyarakat dan tatanan sosial. Dalam menekan angka korupsi tersebut, berbagai gagasan mahasiswa diperlukan untuk mencegah dan memberantas korupsi, yang akan berdampak pada efisiensi penggunaan anggaran pembangunan yang lebih efisien dan meningkatkan reputasi Indonesia di mata dunia.

4. Pemberantasan Kemiskinan

Angka kemiskinan Indonesia yang relatif tinggi merupakan permasalahan yang harus diselesaikan dan dipertimbangkan bersama karena angka kemiskinan yang tinggi mencerminkan hasil pembangunan yang tidak merata. Kompleksnya penyebab kemiskinan menuntut pemikiran multidimensi dari mahasiswa untuk melahirkan gagasan- gagasan kreatif guna menekan angka kemiskinan relatif agar berada di bawah 6% pada akhir tahun 2029.

5. Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba

Penyalahgunaan narkoba dapat merusak produktivitas dan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, gagasan-gagasan kreatif, dan langkah-langkah pencegahan dan pemberantasan peredaran dan penggunaan narkoba perlu diwujudkan dalam program aksi yang terarah dan menyeluruh, termasuk membangun kesadaran di tingkat keluarga. Kompleksitas penyalahgunaan narkoba menuntut adanya ide-ide kreatif dari mahasiswa yang berguna dalam menyelesaikan akar permasalahan baik dari sisi narkoba maupun dari sisi pendekatan sosial.

6. Penguatan Pendidikan, Sains, dan Teknologi

Pendidikan, sains, dan teknologi merupakan faktor krusial dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa. Indonesia menghadapi berbagai permasalahan di bidang pendidikan, sains, dan teknologi yang menuntut adanya pemikiran dan pemecahan masalah dari berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa ditantang untuk menghasilkan ide-ide kreatif yang berguna dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sekaligus memperkuat pendidikan, sains, dan teknologi guna meningkatkan daya saing bangsa. Berbagai ide kreatif dari mahasiswa diharapkan dapat melahirkan pemikiran terkait investasi dan peningkatan kualitas pendidikan, sains dan teknologi.

7. Penguatan Kesetaraan Gender Dan Perlindungan Hak-Hak Perempuan, Anak, dan Penyandang  Disabilitas

Daya saing suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi semata, tetapi harus menjamin kesetaraan gender dan perlindungan hak-hak anak, perempuan, dan penyandang disabilitas yang merupakan hak-hak dasar warga negara. Oleh karena itu, dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan inklusif, perlu dilakukan penguatan kesetaraan gender dan perlindungan hak-hak perempuan, anak, dan penyandang disabilitas. Gagasan kreatif mahasiswa terkait kebijakan dan inisiatif juga diharapkan dapat melindungi hak-hak perempuan dan kelompok penyandang disabilitas, termasuk hak atas pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi politik. Selain itu, tumbuh kembang anak serta kecukupan gizi merupakan bagian penting dalam perlindungan hak-hak anak.

8. Pelestarian Lingkungan dan Mitigasi Bencana

Pelestarian lingkungan hidup menjamin daya dukung alam yang sehat bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, pencapaian target pembangunan berkelanjutan, pencapaian target zero emission, pengurangan jejak karbon (carbon footprint) dan jejak air (water footprint) untuk berbagai produk, serta pemanfaatan teknologi bioplastik dalam kehidupan sehari-hari merupakan langkah mendasar untuk melestarikan lingkungan hidup. Faktor alam menjadi penyebab berbagai bencana alam yang melanda Indonesia dan juga dunia sebagian besar disebabkan oleh eksploitasi sumber daya alam dan aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab yang mengabaikan pelestarian lingkungan hidup. Sumber daya alam merupakan milik generasi sekarang dan generasi mendatang, oleh karena itu, pelestarian lingkungan diharapkan dapat mendukung perekonomian nasional dan mengurangi bencana akibat kerusakan lingkungan hidup.

9. Pemerataan Ekonomi, Penguatan UMKM, dan Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN)

Keberhasilan pembangunan ekonomi tercermin dari pemerataan ekonomi dan UMKM yang handal. Pemerataan ekonomi masih menjadi masalah yang harus diselesaikan agar masyarakat dapat menikmati hasil pembangunan. Penguatan skala ekonomi dan pengembangan kelembagaan Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) serta kewirausahaan perlu dilakukan. Hal tersebut merupakan kunci pemerataan ekonomi. Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) menuntut pemikiran multidimensi untuk menghasilkan IKN yang ramah lingkungan, berteknologi terkini, mandiri energi, serta menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Mahasiswa ditantang untuk melahirkan gagasan kreatif guna mempercepat pemerataan ekonomi, memperkuat UMKM, serta mewujudkan IKN yang menjadi kekuatan sekaligus kebanggaan bangsa.

10. Pelestarian Seni Budaya dan Peningkatan Ekonomi Kreatif

Pelestarian seni budaya serta peningkatan ekonomi kreatif merupakan bagian tak terpisahkan dari jati diri bangsa. Berbagai permasalahan bangsa dapat diselesaikan dengan memanfaatkan kearifan lokal yang sudah mengakar dalam masyarakat. Mengingat budaya merupakan warna dan jati diri bangsa, maka seni budaya yang sudah mengakar dalam masyarakat perlu dilestarikan. Ekonomi kreatif merupakan salah satu motor penggerak pembangunan ekonomi. Ekonomi kreatif ini kerap kali berkaitan erat dengan seni budaya. Oleh karena itu, berbagai pemikiran dan gagasan kreatif tentang mewujudkan pelestarian seni budaya serta peningkatan ekonomi kreatif diharapkan tidak hanya dapat menjamin kelestarian budaya secara berkelanjutan, tetapi juga dapat meningkatkannya.

ADAKSI Audiensi dengan Menkeu Purbaya: Tegaskan Utang Tukin Dosen, Kacau-Balau Keuangan PTN, dan Stagnansi Tunjangan Fungsional 18 Tahun

Jakarta — Aliansi Dosen Akademik dan  Kevokasian Seluruh Indonesia (ADAKSI) bertemu Menteri Keuangan RI, Dr. Purbaya Yudhi Sadewa, di Gedung Cakti Kemenkeu, pada Jumat (21/11/2025).
Pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam ini membahas tiga persoalan utama yang dinilai krusial bagi dunia pendidikan tinggi: pembayaran utang Tunjangan Kinerja (Tukin) 2020–2024, kekacauan tata kelola keuangan PTN, serta mandeknya tunjangan fungsional dosen selama hampir dua dekade.
ADAKSI menegaskan bahwa Tukin dosen ASN sejak 2020 merupakan hak yang dijamin Perpres No. 136/2018 dan Permendikbud No. 49/2020, namun belum pernah dibayarkan selama lima tahun. Kondisi ini, menurut ADAKSI, telah berubah menjadi government liability yang harus segera dituntaskan negara.
Selain itu, ADAKSI memaparkan kerusakan struktural tata kelola keuangan PTN Satker, BLU, dan BH yang menghasilkan kesenjangan remunerasi ekstrem antar-PTN maupun antarfakultas. Beban mengajar dosen di PTN BLU/BH disebut mencapai 60 SKS per semester akibat kampus mengejar pendapatan, sehingga menurunkan kualitas pengajaran, menghambat riset, dan berdampak pada kesehatan dosen. Model BLU/BH yang ekspansif juga dinilai menekan keberlangsungan banyak PTS yang kehilangan mahasiswa.
Isu ketiga adalah stagnansi tunjangan fungsional dosen yang tidak pernah naik sejak 2007. ADAKSI menilai hal ini sebagai bentuk ketertinggalan kebijakan yang kontras dengan profesi strategis lainnya.
Menkeu Purbaya merespons dengan menyatakan kesiapan negara membayarkan rapelan Tukin 2020–2024, namun menunggu pengajuan resmi dari Kemendiktisaintek sebagai instansi pembina. Menkeu juga meminta data lengkap take home pay dosen seluruh PTN untuk memetakan kesenjangan remunerasi, sekaligus menghitung kebutuhan anggaran jika negara mengambil alih standar penghasilan dosen secara nasional.
Ia menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap klasterisasi PTN Satker–BLU–BH yang dinilai menimbulkan distorsi sistemik dan ketidakadilan. Menkeu juga menyoroti mandatory spending 20% pendidikan yang perlu diaudit agar tidak menyimpang ke pos anggaran lain. Tunjangan fungsional yang stagnan hampir 20 tahun turut menjadi perhatian untuk dievaluasi dalam penataan ulang penghasilan ASN.
Menkeu menegaskan bahwa pendidikan tinggi adalah benteng terakhir daya saing bangsa, sehingga negara harus hadir menjamin keterjangkauan pendidikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan dosen. ADAKSI mengapresiasi keterbukaan Menkeu dan menyebut audiensi ini sebagai momentum penting reformasi sistem keuangan pendidikan tinggi. ADAKSI berkomitmen mengawal tindak lanjut, terutama percepatan pengajuan pembayaran Tukin dan perbaikan tata kelola keuangan PTN agar lebih adil, sehat, dan sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Lokakarya Kurikulum STIPER Amuntai Tahun 2025

Penulis sebagai Ketua Panitia Pelaksana Lokakarya Kurikulum STIPER Amuntai Tahun 2025

              Kurikulum merupakan nyawa dari suatu program pendidikan sehingga keberadaannya memerlukan rancangan, pelaksanaan serta evaluasi secara dinamis sesuai dengan perkembangan zaman, kebutuhan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (IPTEKS) serta kompetensi yang dibutuhkan oleh masyarakat, maupun pengguna lulusan perguruan tinggi. Perkembangan IPTEKS di abad ke-21 yang berlangsung secara cepat mengikuti pola logaritma, menyebabkan Standar Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) juga mengikuti perubahan tersebut. Dalam kurun waktu sembilan tahun SN-Dikti telah mengalami empat kali perubahan, yaitu dari Permenristekdikti No 49 tahun 2014 diubah menjadi Permenristekdikti No 44 tahun 2015, kemudian diubah menjadi Permendikbud No 3 tahun 2020 seiring dengan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang Kampus Merdeka dengan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), dan terakhir berubah menjadi Permendikbudristek No 53 tahun 2023, yang lebih memberikan keleluasaan atau otonomi pada perguruan tinggi untuk menetapkan standarnya masing-masing.     

              Lokakarya kurikulum adalah pertemuan interaktif yang melibatkan para ahli, dosen, pimpinan perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk merancang, mengembangkan, meninjau, atau mengevaluasi kurikulum. Tujuan utama lokakarya kurikulum:

  • Menyusun kurikulum baru: merancang kerangka kurikulum yang selaras dengan visi dan misi institusi pendidikan, seperti yang dilakukan dalam lokakarya kurikulum berbasis OBE (Outcome Based Education).
  • Memutakhirkan kurikulum: melakukan peninjauan dan revisi terhadap kurikulum yang sudah ada agar tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja.
  • Memecahkan masalah implementasi: mencari solusi atas tantangan yang dihadapi dalam penerapan kurikulum, seperti yang sering dilakukan dalam program kampus merdeka belajar.
  • Meningkatkan kompetensi pendidik: membekali pendidik/dosen dengan pemahaman dan keterampilan baru, misalnya dalam menerapkan metode pembelajaran berdiferensiasi atau berbasis proyek.
  • Membangun kolaborasi: Menciptakan ruang diskusi bagi berbagai pihak, termasuk prtguruan tinggi pembina, pimpinan perguruan tinggi, pendidik/dosen, orang tua, stake holder/pengguna lulusan untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan. 

              STIPER Amuntai mendukung upaya pemerintah yang sesuai dengan Permendikbudristek No 53 tahun 2023 dengan melakukan penyelarasan kurikulum Program Studi Agroteknologi dan Program Studi Agribisnis. Untuk upaya tersebut, program studi membentuk tim pengembang kurikulum yang bertugas menganalisis, merumuskan dan menyelaraskan kurikulum dengan standar KKNI dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Penggunaan istilah kompetensi yang digunakan dalam pendidikan tinggi (DIKTI) ditemukan pada Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, pasal 6, ayat (1), yang menyatakan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan kriteria minimal mengenai kesatuan kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang menunjukkan capaian mahasiswa dari hasil pembelajarannya pada akhir program pendidikan tinggi. Selanjutnya pada pasal 6, ayat (3), dijelaskan bahwa SKL dirumuskan dalam CPL. Perumusan CPL mengacu pada deskriptor KKNI dan mencakup 3 butir kompetensi yang diatur pada Pasal 7 Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 sebagai SN-Dikti yaitu perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian proses pembelajaran. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan, pelaksanaan, evaluasi kurikulum berdasarkan SN-Dikti dinyatakan bahwasanya SKL/CPL merupakan acuan atau landasan utamanya. Dengan demikian kurikulum pendidikan tinggi yang telah dikembangkan berdasarkan SN-Dikti sesungguhnya telah menggunakan pendekatan berbasis capaian pembelajaran (Outcome Based Education,OBE). Hal ini sangat mendukung Kurikulum Program Studi pada saat ikut serta dalam akreditasi nasional maupun internasional yang berlandaskan pendekatan OBE.

              Kurikulum yang menggunakan pendekatan Outcome Based Education (OBE) menekankan pada pencapaian hasil yang konkret dan terukur sebagai fokus utama pembelajaran. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap program pendidikan menghasilkan lulusan yang memiliki sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja dan kebutuhan Masyarakat. Program Studi Agroteknologi dan Program Studi Agribisnis memiliki visi, misi, dan tujuan serta nilai nilai yang dikembangkan untuk mewujudkan keunggulan lulusannya. Karena itu pengembangan kurikulum juga harus selaras dengan kebijakan di STIPER Amuntai, sehingga lulusan  STIPER Amuntai memiliki keunggulan dan penciri yang membedakan dari lulusan Perguruan Tinggi lainnya.

              Berdasarkan uraian di atas maka sebagai tindak lanjutnya di laksanakan lah Lokakarya Kurikulum STIPER Amuntai yang di laksanakan pada tanggal 4 Juni 2025 bertempat di Aula Mahmuddin Yayasan Bakti Muslimin Amuntai dengan Nara Sumber Prof. Ir. Agung Nugroho, S.TP., M.Sc., Ph.D., IPM yang merupakan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh pejabat struktural STIPER Amuntai, Dosen tetap dan tidak tetap STIPER Amuntai dan undangan dari seluruh Balai Penyuluh Pertanian se Kabupaten Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Balangan dan Kabupaten Tabalong, Balai Perakitan dan Pengujian Pertanian Lahan Rawa Banjarbaru, Pemerintah Desa se Hulu Sungai Utara, Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Balangan dan Kabupaten Tabalong, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Hulu Sungai Utara, Bappedalitbang Kabupaten Hulu Sungai Utara, DPPKB Kabupaten Hulu Sungai Utara, DPMD Kabupaten Hulu Sungai Utara, Dinas Perikanan Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kantor Pertanahan Kabupaten Hulu Sungai Utara, Disperindagkop UKM Kabupaten Hulu Sungai Utara, Badan Pusat Statistik Kabupaten Hulu Sungai Utara, Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Utara, PT. Koltiva, PT. Astra Agro Lestari, Bank Syariah Kal-Sel Amuntai, SMK Pertanian se Kabupaten Tabalong dan Balangan, BRI Amuntai, BSI Amuntai dan Yayasan Bakti Muslimin Amuntai.

Nara Sumber Prof. Ir. Agung Nugroho, S.TP., M.Sc., Ph.D., IPM Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

Nara Sumber Prof. Ir. Agung Nugroho, S.TP., M.Sc., Ph.D., IPM Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

              Dalam paparannya nara sumber mengatakan bahwa kurikulum itu bisa di analogikan sebagai software yang merupakan operating system dari suatu sistem, perubahan paradigma pendidikan adalah pergeseran dari model pembelajaran tradisional yang berpusat pada guru menjadi model yang lebih berpusat pada siswa, dengan fokus pada keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis dan pemecahan masalah. Perubahan ini juga dipicu oleh teknologi digital yang memungkinkan pembelajaran yang lebih fleksibel, inklusif, dan interaktif, serta menuntut peran pendidik/dosen bertransformasi menjadi fasilitator dan pemandu, bukan sekadar pemberi informasi. Perubahan paradigma dari Input-Based Education (IBE) menjadi Outcome-Based Education (OBE) adalah pergeseran fundamental dalam dunia pendidikan. Pergeseran ini mengubah fokus utama proses pembelajaran, dari yang semula berpusat pada materi (input) menjadi berpusat pada hasil atau capaian (outcome) yang diharapkan dari peserta didik. Selain paparan nara sumber juga banyak sekali rekomendasi dan saran-saran perbaikan kurikulum dari undangan yang hadir dan berperan aktif dalam mencermati setiap mata

Peserta yang memberikan saran dari Dinas Perikanan Kab. Hulu Sungai Utara Pak Edwin Fadillah, S.Pi., MP

kuliah yang sudah di tawarkan oleh tim pengembang kurikulum dari dua program studi yang ada di STIPER Amuntai. Hasil akhir dari lokakarya ini adalah  Kurikulum Baru untuk Mahasiswa Angkatan 2025 STIPER Amuntai yang berbasis OBE. Dengan adanya kurikulum baru ini diharapkankan alumnus STIPER Amuntai semakin siap untuk terserap dunia kerja dan berwiraswasta. Adapun penulis sendiri pada acara adalah sebagai ketua panitia pelaksana, demikian semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Photo bersama nara sumber, panitia dan peserta setelah kegiatan

1 Tim P2MW STIPER Amuntai Ikuti Expo KMI XV Di UHO Kendari

KMI Expo adalah tempat bertemunya wirausaha mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk saling berkompetisi, mengenalkan produknya dan juga membangun jejaring.

Kegiatan KMI Expo XV tahun 2024 akan menjadi platform bagi para wirausaha muda untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan best practices dalam menghadapi tantangan di era disruption serta mendorong terciptanya jaringan kolaborasi antara para wirausaha muda dengan pemangku kepentingan terkait, seperti investor, mentor, dan pakar industri. Kegiatan yang dilakukan antara lain :

  1. Pameran atau gelar produk merupakan bentuk kegiatan yang menampilkan produk-produk kelompok usaha mahasiswa P2MW, UMKM, masyarakat dan sponsor yang telah ditetapkan oleh panitia.
  2. KMI Award merupakan ajang apresiasi dan anugerah kepada usaha mahasiswa pelaksana P2MW 2024 yang telah melalui seleksi.
  3. Seminar Kewirausahaan, kegiatan yang menghadirkan narasumber dan pakar kewirausahaan untuk menambah pengetahuan atau wawasan dan motivasi berwirausaha. Kegiatan ini diperuntukan bagi seluruh peserta KMI Expo XV dan masyarakat umum.
  4. Dalam pelaksanaan KMI Expo XV 2024 terdapat kegiatan pendukung diantaranya yaitu: Social Media Marketing Contest (SM2C), Stand Up Comedy tema Kewirausahaan Poster Katalog Usaha.
  5. Pemberian apresiasi kepada dosen, praktisi, atau mentor terbaik dalam pelaksanaan pendampingan/ mentoring kepada mahasiswa P2MW yang telah dilaporkan berkala pada SIM Kesejahteraan sesuai dengan ketentuan.
  6. Sarasehan KMI Expo XV 2024 terdapat tiga kegiatan sarasehan, yaitu: Sarasehan Pimpinan PT bidang Kemahasiswaan, pendamping dan pengelola kewirausahaan PT dan juga sarasehan PMWI.

Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Diktiristek telah melakukan penilaian kemajuan dan seleksi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XV 2024 yang diikuti oleh seluruh penerima bantuan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2024 dan telah dihasilkan kelompok usaha yang dinyatakan lolos sebagai peserta KMI Expo XV 2024, serta mengikuti penilaian KMI Award pada tanggal 23-25 Oktober 2024 di Universitas Halu Oleo (UHO), Kota Kendari. STIPER Amuntai terpilih sebagai Peserta KMI Expo XV 2024 yang di wakili oleh Sasmita, Nurmilawati, Dewi dan Rahmaniah dengan usaha tahapan awal Tas Pursa Purun sasirangan Ramah Lingkungan dengan Kebudayaan Lokal Khas Kalimantan Selatan.

                                                                             
 

Surat Pengumuman Peserta KMI Expo XV 2024 Unduh
SK Pemenang KMI Expo XV Tahun 2024 Unduh

STIPER Amuntai Peroleh 3 Hibah P2MW 2024

Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Diktiristek telah melaksanakan seleksi administrasi,
substansi, dan justifikasi RAB kepada usulan proposal usaha mahasiswa P2MW 2024 maka 3 proposal dari 3 Tim P2MW P.S. Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian dinyatakan lolos yaitu :

  1. Tim dengan Ketua Mariatussyifa (NPM. 2021.01.0058), anggota kelompok Khairinnisa Julianti, Najwatunnisa dan Maulidatul Insyirah. Nama usaha Aneka Kreasi Limbah Kain Perca, kategori usaha tahapan awal dengan jumlah dana yang di biayai Rp. 6,4 juta. Yang didampingi Nur Hafizah sebagai dosen pendamping.
  2. Tim dengan Ketua Sasmita (NPM. 2021.01.0010), anggota kelompok Nurmilawati, Dewi dan Rahmaniah. Nama usaha Tas Pursa Purun sasirangan Ramah Lingkungan dengan Kebudayaan Lokal Khas Kalimantan Selatan, Kategori usaha tahapan awal dengan jumlah dana yang di biayai Rp. 8,8 juta. Yang didampingi Mahdiannoor sebagai dosen pendamping.
  3. Tim dengan Ketua Nisdi Hafiz (NPM. 2021.01.0048), anggota kelompok Anis Karlina, Muhammad Rizki dan Ismail. Nama usaha Technevra Bridging Mobility and Beauty A Future Forward Barbershop Venture, kategori usaha tahapan awal dengan jumlah dana yang di biayai Rp. 16 juta. Yang didampingi oleh Majedi sebagai dosen pendamping.

 

 

Surat Penerima Bantuan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2024 Unduh

Ada Apa Dengan PKM RE Kami ?

            Mahasiswa dipandang sebagai tokoh intelektual yang penuh dengan kreativitas dan inovasi, sehingga diharapkan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang potensial, berdaya guna, dan bermanfaat untuk kehidupan bermasyarakat. Memahami arti riset, tujuan, dan manfaatnya merupakan hal yang esensial dalam perjalanan kehidupan mahasiswa. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu melakukan pendekatan ilmiah melalui kreativitas dan inovasi yang dapat menghasilkan kebaruan, serta menyelesaikan berbagai fenomena, membuktikan hipotesis pada bidang ilmu masing-masing, serta berkontribusi dalam kemajuan ilmu pengetahuan.

              Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berperan sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan inovasinya di bidang ilmu yang ditekuni. Saat ini, riset berbasis fenomena alam dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan alamiah dalam kehidupan. Untuk itu, seiring dengan perkembangan zaman, mahasiswa diharapkan dapat terus beradaptasi dan berinovasi dengan berbasis riset dan teknologi. Oleh karena itu, PKM-Riset Eksakta (PKM-RE) hadir sebagai jalur untuk mengenal dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan konsep riset yang tepat.

              Sebagai salah satu bentuk usaha untuk memajukan pendidikan tinggi di Indonesia dan mewujudkan inovasi karya anak bangsa, maka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Kebijakan Kampus Merdeka di tahun 2020. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah memfasilitasi hak belajar mahasiswa di luar program studi yang diambil, atau yang disebut juga dengan Merdeka Belajar. Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) dilaksanakan dalam rangka mewujudkan proses pembelajaran di perguruan tinggi yang bersifat otonom dan fleksibel, sehingga tercipta budaya belajar yang inovatif, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Kebijakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan link and match dengan dunia usaha, kerja, dan industri (DUDI), serta mengembangkan keilmuan lintas dan transdisiplin. Sejalan dengan tujuan tersebut, PKM-RE menjadi salah satu jalur implementasi yang sepenuhnya mendukung program MBKM. Sebagai contoh, PKM-RE membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menganalisis permasalahan yang ada di sekitar, melakukan kerjasama untuk memecahkan permasalahan tersebut melalui pendekatan berbasis keilmuan, dan menghasilkan inovasi yang mampu menyelesaikan permasalahan secara solutif dan ilmiah. Di mata masyarakat, inovasi ini akan menjadi cerminan buah pikir anak bangsa dan aktualisasi dari penerapan bidang akademiknya.

              Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian berturut dari tahun 2017 – 2024 telah mendapatkan hibah PKM RE sebanyak 18 judul dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti/Kemendikbud dengan rincian tahun 2017: 3 judul, 2019: 2 judul, 2020: 4 judul, 2021: 3 judul, 2022: 3 judul, 2023: 2 judul dan tahun 2024: 1 judul. Seiring dengan pelaksanaan MBKM yang berjalan maka kegiatan PKM-RE dapat menjadi sebagai pengganti tugas akhir/skripsi di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai yang di mulai pada tahun 2021. Salah satu ketentuan pengganti skripsi ini hanya berlaku untuk ketua tim kelompok yang mendapatkan hibah, dari tahun 2021-2023 itu belum sepenuhnya tanpa skripsi karena proposal penelitian yang mendapatkan hibah itu berasal dari mahasiswa yang sudah menjalankan program skripsi. Baru pada tahun 2024 ini tim yang mendapatkan hibah itu belum memprogram skripsi dan baru duduk pada semester 6 untuk ketua tim kelompoknya a.n. Hairini Yulianti, NPM : 2021.01.0003 dengan anggota Muhammad Ri’fat dan Hidayatu Faliha dari P.S. Agroteknologi. Seharusnya ketua tim ini bisa lulus pada tahun 2024 kalau tidak menyelesaikan mata kuliahnya pada semester 7. Perolehan hibah PKM-RE yang terus menurun tiap tahunnya ini di samping pola pikir mahasiswa yang tidak ingin maju juga karena tidak ada pembinaan langsung dari sekolah tinggi dan hanya upaya mandiri dari sedikit dosen saja.

 

Penerima Pendanaan PKM 2024 Skema Pendanaan – Diktiristek Unduh Link 1

Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha

P2MW merupakan program pengembangan usaha mahasiswa yang telah memiliki usaha melalui bantuan dana pengembangan dan pembinaan dengan melakukan pendampingan serta pelatihan (coaching) usaha kepada mahasiswa peserta P2MW.

Kategori Usaha

Syarat dan Ketentuan

Persyaratan Khusus

Penerima pendanaan ini adalah PTN dan PTS akademik di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Persyaratan khusus kelayakan penerima pendanaan sebagai berikut:

image

Perguruan Tinggi

  • Perguruan Tinggi Akademik di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemdikbudristek;
  • Melaksanakan proses seleksi internal proposal usaha dan justifikasi RAB dari kelompok mahasiswa di perguruan tinggi (dibuktikan dengan berita acara)

Mahasiswa

  • Mahasiswa aktif jenjang Sarjana yang terdaftar di PDDIKTI maksimal semester 7 saat mengusulkan proposal;
  • Setiap mahasiswa hanya boleh terdaftar dalam satu kelompok usaha dan tidak sedang mengajukan pendanaan lainnya (Program Kreativitas Mahasiswa dan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan) pada Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan;
  • Setap mahasiswa dan usaha hanya boleh mengikuti P2MW maksimal 2 (dua) kali;
  • Setiap kelompok terdiri dari ketua dan anggota dengan jumlah 3-5 mahasiswa;
  • Setiap kelompok hanya boleh memilih satu tahapan usaha (tahap awal atau bertumbuh) dan satu kategori usaha (makanan minuman/budidaya/industri kreatif, Seni, Budaya, dan Pariwisata/Jasa dan perdagangan/manufaktur dan teknologi terapan/Bisnis Digital);
  • Produk yang diusulkan merupakan produk yang dikembangkan oleh mahasiswa (bukan waralaba, reseller, titip jual, usaha keluarga/orang lain);
  • Proposal usaha yang diusulkan tidak sedang menerima pendanaan sejenis dari sumber APBN.

Unduhan

Format Permohonan Akun P2MW 2024.pdf Unduh
Tawaran Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2024.pdf Unduh
Surat Sosialisasi P2MW 2024.pdf Unduh

Penerimaan Proposal PKM 2024 – Diktiristek

Yth.

  1. Rektor/Ketua Perguruan Tinggi
  2. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I s.d XVI

Sebagai upaya memandu mahasiswa menjadi pribadi yang tahu dan taat aturan; kreatif dan inovatif; objektif kooperatif dalam membangun keragaman intelektual, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) menyelenggarakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2024. Sehubungan dengan hal tersebut, kami memberi kesempatan kepada mahasiswa di lingkungan Saudara untuk berpartisipasi dalam PKM tahun 2024 dengan ketentuan sebagaimana (terlampir).

Perguruan tinggi yang berminat menjadi tuan rumah pelaksanaan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKP2) dan PKM Award tahun 2024 atau membutuhkan pemateri dari TIM PKM Belmawa untuk workshop/sosialisasi/pembimbingan PKM di perguruan tinggi, serta informasi terkait PKM 2024 dapat menghubungi Sdr. Andre (0877 8165 2604), Sdri. Hayfa (0838 7933 7560), Sdr. Febri (0851 5504 0575), Sdr. Harun (0823 1189 8683), atau Sdri. Firda (0857 3182 7992)

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami mengucapkan terima kasih.

Surat Tawaran PKM 2024 Unduh

Format Surat Permohonan Akun Simbelmawa Unduh

Format Surat Komitmen Pendanaan PT 2024 Unduh
Surat Undangan Sosialisasi PKM 2024 Unduh
Virtual Background Sosialisasi PKM 2024 Unduh
Materi Sosialisasi PKM 2024 Unduh
Format Berita Acara Seleksi Perguruan Tinggi Unduh
1. Panduan Umum PKM 2024 Unduh
2. Panduan PKM-RE 2024 Unduh
3. Panduan PKM-RSH 2024 Unduh
4. Panduan PKM-PM 2024 Unduh
5. Panduan PKM-PI 2024 Unduh
6. Panduan PKM-KC 2024 Unduh
7. Panduan PKM-KI 2024 Unduh
8. Panduan PKM-K 2024 Unduh
9. Panduan PKM-VGK 2024 Unduh
10. Panduan PKM-AI 2024 Unduh
11. Panduan PKM-GFT 2024 Unduh

Penerima Bantuan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2023

Berdasarkan surat plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Nomor 0596/E2/KM.01.01/2023 tanggal 13 Februari2023 perihal Tawaran Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2023, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan telah melakukan seleksi subtansi dan justifikasi anggaran yang telah diajukan oleh perguruan tinggi dan mahasiswa yang telah lolos seleksi bantuan peningkatan ekosistem wirausaha di perguruan tinggi melalui P2MW 2023. Berdasarkan hasil seleksi maka Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai mendapatkan Hibah P2MW Tahun 2023 dengan nama usaha “Aneka Kreasi Bunga Kering” dengan Ketua Tim adalah Hairini Yulianti NPM. 2021010003 dengan anggota : Mariatussyifa NPM. 2021010058, Nisdi Hafiz NPM. 2021010048 dan Muhammad Rif’at NPM. 2022010028. Tim ini mahasiswanya semua berasal dari program studi agroteknologi dengan Dosen Pembimbing dan Pendamping adalah Mahdiannoor, SP., MP. Dengan kategori Hibah P2MW Industri Kreatif, Seni, Budaya, dan Pariwisata dengan tahap adalah tahapan awal tumbuh. Dari hibah P2MW ini maka mereka sebagai satu tim mendapatkan pembiayaan untuk melakukan kegiatan usaha sebesar Rp. 15 juta.

Surat-Pengumuman-Penerima-Bantuan-P2MW-2023 Download…

Sertifikat Mahasiswa (Klik Disini)

Sertifikat Pendamping Mahasiswa Wirausaha (Klik Disini)

Sertifikat Dosen Pembimbing (Klik Disini)

#agroteknologistiperamuntaiunggul

PS Agroteknologi STIPER Amuntai Raih 2 PKM Riset Eksakta Tahun 2023

Perolehan Hibah Program Kreativitas Mahasiswa PS Agroteknologi STIPER Amuntai Tahun 2023 ini hanya 2 tim/judul yang lolos. Adapun tim/judul yang lolos yaitu :

  1. Jamilatul Amalia dengan anggota tim Jannatul Huda dan Sri Reskha Jum’atul Baiti dengan judul proposal ” Pengaruh Pemberian M21 Decomposer dan Mikoriza pada Budidaya Kedelai” dengan pendamping Bapak Mahdiannoor, SP., MP.
  2. Muna Aida dengan anggota tim Sahid Norahman dan Hairini Yulianti dengan judul proposal ” Pemanfaatan Gulma Air Sebagai Pupuk Organik Untuk Peningkatan Produksi Bawang Merah ” dengan pendamping Ibu Nurul Istiqomah, SP., MP.

Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada gambar di bawah ini :

Surat Pengumuman Pendanaan PKM 8 Bidang 2023 – Diktiristek

#agroteknologistiperamuntaiunggul