web analytics

Karakteristik Umum Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tidak hanya ditujukan untuk mengasah sisi kreatif mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan mengikuti program ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengeluarkan ide kreatifnya, tetapi juga mampu mewujudkan ide-idenya dalam bentuk karya yang bermanfaat dan memecahkan berbagai permasalahan yang ada di masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global.

Dalam mengasah dan mewujudkan kreativitasnya mahasiswa dapat memilih bidang PKM yang diminatinya seperti penelitian, teknologi, pengabdian pada masyarakat, kewirausahaan, karsa cipta dan karya inovatif. Selain itu, PKM memfasilitasi mahasiswa untuk mengekspresikan karya dan pemikirannya melalui karya tulis. PKM Tematik digagas dan diterapkan pada tahun 2025 untuk menghasilkan karya inovatif dan kreatif mahasiswa yang bermanfaat bagi masyarakat. Tema-tema yang diangkat dirumuskan dari program-program prioritas pemerintah dan berdasarkan masalah-masalah yang tengah dihadapi masyarakat saat ini atau masalah-masalah yang diperkirakan akan dihadapi masyarakat di masa mendatang untuk menuju Indonesia emas.

Ide-ide kreatif mahasiswa diharapkan selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan permasalahan yang tengah diupayakan penyelesaiannya oleh pemerintah. Keselarasan ini memastikan karya-karya kreatif mahasiswa berdampak langsung dan positif dalam membantu pemerintah menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat dan bangsa.

Berlandaskan pada gagasan perancangan ide dan perwujudan pemikiran kreatifnya, mahasiswa wajib merancang topik-topik PKM sesuai dengan salah satu tema yang diberikan. Proses penyelarasan ini meliputi pemahaman terhadap tema, identifikasi masalah masyarakat yang terkait dengan tema, dan pengembangan solusi kreatif yang menjawab masalah tersebut. Dengan demikian, karya-karya PKM dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa. PKM Tematik 2026 memiliki 10 (sepuluh) tema yang menjadi acuan mahasiswa dalam menyusun PKM. Tema ini secara umum dirancang untuk menampung ide-ide kreatif mahasiswa agar menghasilkan karya-karya yang bermanfaat dan berdampak langsung bagi
masyarakat. Sepuluh tema PKM 2026 adalah:

1. Kemandirian Pangan, Energi, Dan Air

Kemandirian pangan menjadi kunci dalam membangun ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Topik PKM diharapkan memicu ide kreatif mahasiswa untuk mendukung Indonesia menjadi negara yang mandiri dalam produksi pangan. Melalui kemandirian energi, Indonesia berpotensi menjadi penyedia energi hijau dunia melalui pengembangan biodiesel dan bioavtur berbasis kelapa sawit, bioetanol dari tebu dan singkong, mikroalga, limbah biomassa, serta energi terbarukan dari angin, matahari, dan panas bumi. Air sebagai penopang ketahanan pangan, kesehatan, dan energi harus dimanfaatkan dan bertanggung jawab untuk menjaga kualitas dan ketersediaannya. Mahasiswa ditantang menghadirkan inovasi yang mendukung keberlanjutan dan pemanfaatan air secara bijaksana.

2. Kesehatan dan Gizi Masyarakat

Kesehatan dan gizi merupakan faktor kunci yang secara langsung mempengaruhi kualitas sumber daya manusia saat ini dan di masa mendatang. Oleh karena itu, berbagai ide kreatif, teknologi tepat guna, dan pengembangan sistem diperlukan untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat. Keterkaitan antara gizi dan kesehatan merupakan kunci utama dalam membangun sumber daya manusia yang andal, karena kualitas kesehatan dan gizi pada masa awal kehidupan akan menentukan kualitas hidup dan kesehatan pada tahap selanjutnya saat mereka dewasa.

3. Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi

Korupsi merupakan sumber kebocoran anggaran dan berbagai aspek pembiayaan dalam pembangunan nasional yang dapat merusak perekonomian masyarakat dan tatanan sosial. Dalam menekan angka korupsi tersebut, berbagai gagasan mahasiswa diperlukan untuk mencegah dan memberantas korupsi, yang akan berdampak pada efisiensi penggunaan anggaran pembangunan yang lebih efisien dan meningkatkan reputasi Indonesia di mata dunia.

4. Pemberantasan Kemiskinan

Angka kemiskinan Indonesia yang relatif tinggi merupakan permasalahan yang harus diselesaikan dan dipertimbangkan bersama karena angka kemiskinan yang tinggi mencerminkan hasil pembangunan yang tidak merata. Kompleksnya penyebab kemiskinan menuntut pemikiran multidimensi dari mahasiswa untuk melahirkan gagasan- gagasan kreatif guna menekan angka kemiskinan relatif agar berada di bawah 6% pada akhir tahun 2029.

5. Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba

Penyalahgunaan narkoba dapat merusak produktivitas dan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, gagasan-gagasan kreatif, dan langkah-langkah pencegahan dan pemberantasan peredaran dan penggunaan narkoba perlu diwujudkan dalam program aksi yang terarah dan menyeluruh, termasuk membangun kesadaran di tingkat keluarga. Kompleksitas penyalahgunaan narkoba menuntut adanya ide-ide kreatif dari mahasiswa yang berguna dalam menyelesaikan akar permasalahan baik dari sisi narkoba maupun dari sisi pendekatan sosial.

6. Penguatan Pendidikan, Sains, dan Teknologi

Pendidikan, sains, dan teknologi merupakan faktor krusial dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa. Indonesia menghadapi berbagai permasalahan di bidang pendidikan, sains, dan teknologi yang menuntut adanya pemikiran dan pemecahan masalah dari berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa ditantang untuk menghasilkan ide-ide kreatif yang berguna dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sekaligus memperkuat pendidikan, sains, dan teknologi guna meningkatkan daya saing bangsa. Berbagai ide kreatif dari mahasiswa diharapkan dapat melahirkan pemikiran terkait investasi dan peningkatan kualitas pendidikan, sains dan teknologi.

7. Penguatan Kesetaraan Gender Dan Perlindungan Hak-Hak Perempuan, Anak, dan Penyandang  Disabilitas

Daya saing suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi semata, tetapi harus menjamin kesetaraan gender dan perlindungan hak-hak anak, perempuan, dan penyandang disabilitas yang merupakan hak-hak dasar warga negara. Oleh karena itu, dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan inklusif, perlu dilakukan penguatan kesetaraan gender dan perlindungan hak-hak perempuan, anak, dan penyandang disabilitas. Gagasan kreatif mahasiswa terkait kebijakan dan inisiatif juga diharapkan dapat melindungi hak-hak perempuan dan kelompok penyandang disabilitas, termasuk hak atas pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi politik. Selain itu, tumbuh kembang anak serta kecukupan gizi merupakan bagian penting dalam perlindungan hak-hak anak.

8. Pelestarian Lingkungan dan Mitigasi Bencana

Pelestarian lingkungan hidup menjamin daya dukung alam yang sehat bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, pencapaian target pembangunan berkelanjutan, pencapaian target zero emission, pengurangan jejak karbon (carbon footprint) dan jejak air (water footprint) untuk berbagai produk, serta pemanfaatan teknologi bioplastik dalam kehidupan sehari-hari merupakan langkah mendasar untuk melestarikan lingkungan hidup. Faktor alam menjadi penyebab berbagai bencana alam yang melanda Indonesia dan juga dunia sebagian besar disebabkan oleh eksploitasi sumber daya alam dan aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab yang mengabaikan pelestarian lingkungan hidup. Sumber daya alam merupakan milik generasi sekarang dan generasi mendatang, oleh karena itu, pelestarian lingkungan diharapkan dapat mendukung perekonomian nasional dan mengurangi bencana akibat kerusakan lingkungan hidup.

9. Pemerataan Ekonomi, Penguatan UMKM, dan Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN)

Keberhasilan pembangunan ekonomi tercermin dari pemerataan ekonomi dan UMKM yang handal. Pemerataan ekonomi masih menjadi masalah yang harus diselesaikan agar masyarakat dapat menikmati hasil pembangunan. Penguatan skala ekonomi dan pengembangan kelembagaan Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) serta kewirausahaan perlu dilakukan. Hal tersebut merupakan kunci pemerataan ekonomi. Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) menuntut pemikiran multidimensi untuk menghasilkan IKN yang ramah lingkungan, berteknologi terkini, mandiri energi, serta menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Mahasiswa ditantang untuk melahirkan gagasan kreatif guna mempercepat pemerataan ekonomi, memperkuat UMKM, serta mewujudkan IKN yang menjadi kekuatan sekaligus kebanggaan bangsa.

10. Pelestarian Seni Budaya dan Peningkatan Ekonomi Kreatif

Pelestarian seni budaya serta peningkatan ekonomi kreatif merupakan bagian tak terpisahkan dari jati diri bangsa. Berbagai permasalahan bangsa dapat diselesaikan dengan memanfaatkan kearifan lokal yang sudah mengakar dalam masyarakat. Mengingat budaya merupakan warna dan jati diri bangsa, maka seni budaya yang sudah mengakar dalam masyarakat perlu dilestarikan. Ekonomi kreatif merupakan salah satu motor penggerak pembangunan ekonomi. Ekonomi kreatif ini kerap kali berkaitan erat dengan seni budaya. Oleh karena itu, berbagai pemikiran dan gagasan kreatif tentang mewujudkan pelestarian seni budaya serta peningkatan ekonomi kreatif diharapkan tidak hanya dapat menjamin kelestarian budaya secara berkelanjutan, tetapi juga dapat meningkatkannya.

ADAKSI Audiensi dengan Menkeu Purbaya: Tegaskan Utang Tukin Dosen, Kacau-Balau Keuangan PTN, dan Stagnansi Tunjangan Fungsional 18 Tahun

Jakarta — Aliansi Dosen Akademik dan  Kevokasian Seluruh Indonesia (ADAKSI) bertemu Menteri Keuangan RI, Dr. Purbaya Yudhi Sadewa, di Gedung Cakti Kemenkeu, pada Jumat (21/11/2025).
Pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam ini membahas tiga persoalan utama yang dinilai krusial bagi dunia pendidikan tinggi: pembayaran utang Tunjangan Kinerja (Tukin) 2020–2024, kekacauan tata kelola keuangan PTN, serta mandeknya tunjangan fungsional dosen selama hampir dua dekade.
ADAKSI menegaskan bahwa Tukin dosen ASN sejak 2020 merupakan hak yang dijamin Perpres No. 136/2018 dan Permendikbud No. 49/2020, namun belum pernah dibayarkan selama lima tahun. Kondisi ini, menurut ADAKSI, telah berubah menjadi government liability yang harus segera dituntaskan negara.
Selain itu, ADAKSI memaparkan kerusakan struktural tata kelola keuangan PTN Satker, BLU, dan BH yang menghasilkan kesenjangan remunerasi ekstrem antar-PTN maupun antarfakultas. Beban mengajar dosen di PTN BLU/BH disebut mencapai 60 SKS per semester akibat kampus mengejar pendapatan, sehingga menurunkan kualitas pengajaran, menghambat riset, dan berdampak pada kesehatan dosen. Model BLU/BH yang ekspansif juga dinilai menekan keberlangsungan banyak PTS yang kehilangan mahasiswa.
Isu ketiga adalah stagnansi tunjangan fungsional dosen yang tidak pernah naik sejak 2007. ADAKSI menilai hal ini sebagai bentuk ketertinggalan kebijakan yang kontras dengan profesi strategis lainnya.
Menkeu Purbaya merespons dengan menyatakan kesiapan negara membayarkan rapelan Tukin 2020–2024, namun menunggu pengajuan resmi dari Kemendiktisaintek sebagai instansi pembina. Menkeu juga meminta data lengkap take home pay dosen seluruh PTN untuk memetakan kesenjangan remunerasi, sekaligus menghitung kebutuhan anggaran jika negara mengambil alih standar penghasilan dosen secara nasional.
Ia menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap klasterisasi PTN Satker–BLU–BH yang dinilai menimbulkan distorsi sistemik dan ketidakadilan. Menkeu juga menyoroti mandatory spending 20% pendidikan yang perlu diaudit agar tidak menyimpang ke pos anggaran lain. Tunjangan fungsional yang stagnan hampir 20 tahun turut menjadi perhatian untuk dievaluasi dalam penataan ulang penghasilan ASN.
Menkeu menegaskan bahwa pendidikan tinggi adalah benteng terakhir daya saing bangsa, sehingga negara harus hadir menjamin keterjangkauan pendidikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan dosen. ADAKSI mengapresiasi keterbukaan Menkeu dan menyebut audiensi ini sebagai momentum penting reformasi sistem keuangan pendidikan tinggi. ADAKSI berkomitmen mengawal tindak lanjut, terutama percepatan pengajuan pembayaran Tukin dan perbaikan tata kelola keuangan PTN agar lebih adil, sehat, dan sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha

P2MW merupakan program pengembangan usaha mahasiswa yang telah memiliki usaha melalui bantuan dana pengembangan dan pembinaan dengan melakukan pendampingan serta pelatihan (coaching) usaha kepada mahasiswa peserta P2MW.

Kategori Usaha

Syarat dan Ketentuan

Persyaratan Khusus

Penerima pendanaan ini adalah PTN dan PTS akademik di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Persyaratan khusus kelayakan penerima pendanaan sebagai berikut:

image

Perguruan Tinggi

  • Perguruan Tinggi Akademik di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemdikbudristek;
  • Melaksanakan proses seleksi internal proposal usaha dan justifikasi RAB dari kelompok mahasiswa di perguruan tinggi (dibuktikan dengan berita acara)

Mahasiswa

  • Mahasiswa aktif jenjang Sarjana yang terdaftar di PDDIKTI maksimal semester 7 saat mengusulkan proposal;
  • Setiap mahasiswa hanya boleh terdaftar dalam satu kelompok usaha dan tidak sedang mengajukan pendanaan lainnya (Program Kreativitas Mahasiswa dan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan) pada Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan;
  • Setap mahasiswa dan usaha hanya boleh mengikuti P2MW maksimal 2 (dua) kali;
  • Setiap kelompok terdiri dari ketua dan anggota dengan jumlah 3-5 mahasiswa;
  • Setiap kelompok hanya boleh memilih satu tahapan usaha (tahap awal atau bertumbuh) dan satu kategori usaha (makanan minuman/budidaya/industri kreatif, Seni, Budaya, dan Pariwisata/Jasa dan perdagangan/manufaktur dan teknologi terapan/Bisnis Digital);
  • Produk yang diusulkan merupakan produk yang dikembangkan oleh mahasiswa (bukan waralaba, reseller, titip jual, usaha keluarga/orang lain);
  • Proposal usaha yang diusulkan tidak sedang menerima pendanaan sejenis dari sumber APBN.

Unduhan

Format Permohonan Akun P2MW 2024.pdf Unduh
Tawaran Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2024.pdf Unduh
Surat Sosialisasi P2MW 2024.pdf Unduh

Penerimaan Proposal PKM 2024 – Diktiristek

Yth.

  1. Rektor/Ketua Perguruan Tinggi
  2. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I s.d XVI

Sebagai upaya memandu mahasiswa menjadi pribadi yang tahu dan taat aturan; kreatif dan inovatif; objektif kooperatif dalam membangun keragaman intelektual, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) menyelenggarakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2024. Sehubungan dengan hal tersebut, kami memberi kesempatan kepada mahasiswa di lingkungan Saudara untuk berpartisipasi dalam PKM tahun 2024 dengan ketentuan sebagaimana (terlampir).

Perguruan tinggi yang berminat menjadi tuan rumah pelaksanaan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKP2) dan PKM Award tahun 2024 atau membutuhkan pemateri dari TIM PKM Belmawa untuk workshop/sosialisasi/pembimbingan PKM di perguruan tinggi, serta informasi terkait PKM 2024 dapat menghubungi Sdr. Andre (0877 8165 2604), Sdri. Hayfa (0838 7933 7560), Sdr. Febri (0851 5504 0575), Sdr. Harun (0823 1189 8683), atau Sdri. Firda (0857 3182 7992)

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami mengucapkan terima kasih.

Surat Tawaran PKM 2024 Unduh

Format Surat Permohonan Akun Simbelmawa Unduh

Format Surat Komitmen Pendanaan PT 2024 Unduh
Surat Undangan Sosialisasi PKM 2024 Unduh
Virtual Background Sosialisasi PKM 2024 Unduh
Materi Sosialisasi PKM 2024 Unduh
Format Berita Acara Seleksi Perguruan Tinggi Unduh
1. Panduan Umum PKM 2024 Unduh
2. Panduan PKM-RE 2024 Unduh
3. Panduan PKM-RSH 2024 Unduh
4. Panduan PKM-PM 2024 Unduh
5. Panduan PKM-PI 2024 Unduh
6. Panduan PKM-KC 2024 Unduh
7. Panduan PKM-KI 2024 Unduh
8. Panduan PKM-K 2024 Unduh
9. Panduan PKM-VGK 2024 Unduh
10. Panduan PKM-AI 2024 Unduh
11. Panduan PKM-GFT 2024 Unduh

Penerima Bantuan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2023

Berdasarkan surat plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Nomor 0596/E2/KM.01.01/2023 tanggal 13 Februari2023 perihal Tawaran Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2023, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan telah melakukan seleksi subtansi dan justifikasi anggaran yang telah diajukan oleh perguruan tinggi dan mahasiswa yang telah lolos seleksi bantuan peningkatan ekosistem wirausaha di perguruan tinggi melalui P2MW 2023. Berdasarkan hasil seleksi maka Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai mendapatkan Hibah P2MW Tahun 2023 dengan nama usaha “Aneka Kreasi Bunga Kering” dengan Ketua Tim adalah Hairini Yulianti NPM. 2021010003 dengan anggota : Mariatussyifa NPM. 2021010058, Nisdi Hafiz NPM. 2021010048 dan Muhammad Rif’at NPM. 2022010028. Tim ini mahasiswanya semua berasal dari program studi agroteknologi dengan Dosen Pembimbing dan Pendamping adalah Mahdiannoor, SP., MP. Dengan kategori Hibah P2MW Industri Kreatif, Seni, Budaya, dan Pariwisata dengan tahap adalah tahapan awal tumbuh. Dari hibah P2MW ini maka mereka sebagai satu tim mendapatkan pembiayaan untuk melakukan kegiatan usaha sebesar Rp. 15 juta.

Surat-Pengumuman-Penerima-Bantuan-P2MW-2023 Download…

Sertifikat Mahasiswa (Klik Disini)

Sertifikat Pendamping Mahasiswa Wirausaha (Klik Disini)

Sertifikat Dosen Pembimbing (Klik Disini)

#agroteknologistiperamuntaiunggul

Program Kreativitas Mahasiswa Tahun 2023

Lulusan Perguruan Tinggi dituntut untuk memiliki academic knowledge, skill of thinking, management skill, dan communication skill. Kekurangan atas salah satu dari keempat keterampilan/kemahiran tersebut dapat menyebabkan berkurangnya mutu lulusan. Sinergisme akan tercermin melalui kemampuan lulusan dalam kecepatan menemukan solusi atas persoalan yang dihadapinya. Dengan demikian, pemikiran dan perilaku yang ditunjukkan mahasiswa akan bersifat kreatif (unik dan bermanfaat) dan konstruktif (dapat diwujudkan). Kemampuan berpikir kreatif dan bertindak inovatif mahasiswa dapat disalurkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

PKM dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang tinggi. Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendekiawan, wirausahawan mandiri dan arif, mahasiswa diberi peluang untuk mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap, tanggungjawab, membangun kerjasama tim maupun mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni.

Kebijakan MBKM telah sesuai dengan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, terutama pada Pasal 18. Dalam Pasal tersebut dijelaskan bahwa pemenuhan masa dan beban belajar bagi mahasiswa program sarjana atau sarjana terapan dapat dilaksanakan:
1. mengikuti seluruh proses pembelajaran dalam program studi pada Perguruan Tinggi sesuai masa dan beban belajar; dan
2. mengikuti proses pembelajaran di dalam program studi untuk memenuhi sebagian masa dan beban belajar dan sisanya mengikuti proses pembelajaran di luar program studi.
Melalui MBKM, mahasiswa mempunyai kesempatan untuk 1 (satu) semester atau setara dengan 20 (dua puluh) sks menempuh pembelajaran di luar program studi pada Perguruan Tinggi yang sama; dan paling lama 2 (dua) semester atau setara dengan 40 (empat puluh) sks menempuh pembelajaran pada program studi yang sama di Perguruan Tinggi yang berbeda, pembelajaran pada program studi yang berbeda di Perguruan Tinggi yang berbeda; dan/atau pembelajaran di luar Perguruan Tinggi.

Mendikbud-Ristek juga telah mengeluarkan Kepmendikbud No 754/P/2020 tentang 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) yang menjadi landasan transformasi pendidikan tinggi di Indonesia. Adapun 8 IKU:

  1. Lulusan Mendapat Pekerjaan yang Layak: Semakin banyak alumni yang berhasil mendapat pekerjaan yang layak atau menekuni wirausaha atau melanjutkan studi, maka pencapaian IKU yang pertama ini sudah dikatakan berhasil. Lewat ketetapan ini diharapkan pihak kampus tidak hanya fokus dalam menyediakan kurikulum pendidikan yang memberikan ilmu pengetahuan, namun juga membekali mahasiswanya dengan keterampilan yang punya nilai jual, baik di dunia kerja, dunia usaha maupun di masyarakat.
  2. Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus: IKU kedua meliputi kegiatan magang kerja, riset, proyek desa, pertukaran pelajar, berwirausaha, dan juga lewat kegiatan mengajar. Melalui IKU ini diharapkan pihak kampus memberi fasilitas dan dukungan kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri.
  3. Dosen Berkegiatan di Luar Kampus: IKU ketiga adalah dosen berkegiatan di luar kampus, sehingga aktivitas dosen tidak hanya di dalam kampus sendiri tetapi juga di luar kampus seperti mencari pengalaman industri sekaligus mengajar di kampus lain.
  4. Praktisi Mengajar di Dalam Kampus: IKU keempat adalah praktisi mengajar di kampus, sehingga pengajar tidak hanya kalangan dosen namun juga praktisi.
  5. Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat: IKU kelima adalah hasil kerja dosen yang digunakan oleh masyarakat. Hal ini terkait hasil riset yang dilakukan dosen sebaiknya memberikan manfaat besar bagi masyarakat di sekitar.
  6. Program Studi Bekerjasama dengan Mitra Kelas Dunia: IKU keenam adalah berjalannya program studi yang bekerjasama dengan mitra kelas dunia. Pihak PT akan menjalani kolaborasi dengan mitra untuk menyempurnakan program studi melalui magang, penyerapan lulusan, dan lain-lain.
  7. Kelas yang Kolaboratif dan Partisipatif: IKU ketujuh adalah kelas yang kolaboratif dan partisipatif, sehingga pihak kampus bersama para dosen mampu menciptakan kelas yang mumpuni. Program ini dapat melibatkan mahasiswa dan merangsang keterlibatan mereka dalam proses belajar di kelas.
  8. Program Studi Berstandar Internasional: IKU kedelapan adalah program studi berstandar internasional atau terakreditasi internasional.

Keikutsertaan mahasiswa beserta dosen pendamping dalam kegiatan PKM dapat mendukung pencapaian IKU perguruan tingginya. Khususnya pada IKU 1 (lulusan mendapat pekerjaan yang layak), IKU 2 (mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus), IKU 3 (dosen berkegiatan di luar kampus), dan IKU 5 (hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat). Oleh karena itu, perguruan tinggi disarankan untuk memberikan rekognisi akademik kepada mahasiswa pengusul/pelaksana/peraih penghargaan pada PKM, berupa konversi sks dan/atau pengakuan di SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah).

Surat Tawaran Program Kreativitas Mahasiswa Tahun 2023 Unduh
Surat Sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2023 – Diktiristek Unduh
Template Surat Komitmen Pendanaan PT 2023 Unduh
Virtual Background Sosialisasi PKM 2023 Unduh
1. Pedoman Umum PKM 2023 Unduh
2. Pedoman Pelaksanaan PKM K 2023 Unduh
3. Pedoman Pelaksanaan PKM KC 2023 Unduh
4. Pedoman Pelaksanaan PKM KI 2023 Unduh
5. Pedoman Pelaksanaan PKM PI 2023 Unduh
6. Pedoman Pelaksanaan PKM PM 2023 Unduh
7. Pedoman Pelaksanaan PKM RE 2023  Unduh
8. Pedoman Pelaksanaan PKM RSH 2023 Unduh
9. Pedoman Pelaksanaan PKM VGK 2023 Unduh
10. Pedoman Pelaksanaan PKM GFT 2023 Unduh
11. Pedoman Pelaksanaan PKM AI 2023 Unduh

World Education Festival

Kamu bingung tentukan karirmu seperti apa untuk masa depan? Guru? Pilot? Arsitek? Dokter? Ayo persiapkan diri anda pada festival akbar “World Education Festival 2017” yang akan diselenggarakan 25-26 Februari 2017 di Pullman Hotel Central Park Jakarta. Info lebih lanjut bisa lihat pada Facebook: World Education Expo Indonesia , Twitter: @WEEIndonesia , Instagram: weeindonesia atau kunjungi laman: www.weeindonesia.com

Klasifikasi Perguruan Tinggi Se-Indonesia

Sebagai Pertimbangan dalam rangka mewujudkan tujuan pembangunan Pendidikan Tinggi maka perlu dilakukan upaya penjaminan mutu, relevansi, keterjangkauan, pemerataan yang berkeadilan, dan akses atas Pendidikan Tinggi sebagai bagian tak terpisahkan dari kebijakan umum pendidikan tinggi nasional; dan dalam rangka menyediakan dasar bagi penyusunan kebijakan umum pendidikan tinggi nasional dan rencana pengembangan Pendidikan TinggiClip1 jangka panjang, menengah, dan tahunan dalam upaya pengejawantahan Tri Dharma Perguruan Tinggi maka diperlukan informasi yang berketetapan, terukur, dan terpercaya terkait kualitas perguruan tinggi Indonesia yang disusun  berdasarkan kriteria penciri Continue reading

Powered by Tempera & WordPress.